https://drive.google.com/file/d/1_Ld6LxGUFShjxESDn7rmS_swrXJmugrt/view?usp=sharing
GURU KKPI / TIK SMK TELKOMP
SMK BISA SMK HEBAT
Rabu, 14 Oktober 2020
Kamis, 17 Mei 2012
Daftar Blog Guru KKPI SMK Se-Bukittinggi
- http://defrijon.blogspot.com
- http://devrinayanti.blogspot.com
- http://gurukkpismk-isramihati.blogspot.com
- http://gurusmk-tius.blogspot.com
- http://gurusmktelkomp.blogspot.com
- http://nadin82.blogspot.com
- http://renifitrisia.blogspot.com
- http://silviakkpi.blogspot.com
- http://sriherlinajuwita.blogspot.com
- http://srioktaviagurukkpismk.blogspot.com
- http://sutanrangkayobasa.blogspot.com
- http://syamgurusmk.blogspot.com
- http://zulharnain.blogspot.com
JOBSHEET
Instalasi dan Konfigurasi RAM
Praktek : Instalasi & konfigurasi RAM Nama :
Bid. Keahlian : Technical Support
Instruktur :
1. Tujuan
1. Siswa dapat mengenali RAM pada sebuah PC.
2. Siswa dapat membongkar dan memasang RAM pada PC.
2. Pendahuluan
Pada setiap komputer pastilah terdapat suatu piranti memori (memory device). Ada 2 jenis piranti memori ini, yaitu memori internal dan memori eksternal.
Memori internal ini pun terdiri dari 2 jenis, yaitu RAM (Random Access Memory) dan ROM (Read Only Memory).
RAM adalah suatu piranti memori yang bersifat menyimpan memori sementara dan pengaksesannya dilakukan secara acak.
RAM ini terdiri dari 2 jenis, yaitu RAM Statis dan RAM dinamis. RAM biasanya berbentuk kepingan dan terdiri dari 2 jenis, yaitu SIMM (Single Inline Memory Module) dimana pada penampakan fisiknya, pin dan pin yang berada tepat dibaliknya memilki nomor yang sama dan DIMM (Dual Inline Memory Module) dimana kedua sisi dari penampakan fisik ini menunjukkan bahwa dua buah sisi menjalankan sekuens proses masing-masing, namun masih mendukung satu proses utama yang sama.
SIMM biasanya memiliki jumlah pin sebanyak 30 dan 72 pin sedangkan DIMM memiliki jumlah pin sebanyak 168 pin dan biasanya memiliki kapasitas lebih besar daripada SIMM.
SIMM 30 pin, SIMM 72 pin dan DIMM 168 pin
RAM ini biasanya terletak pada sebuah soket memori. Soket untuk SIMM biasanya berwarna putih, sedangkan untuk DIMM biasanya berwarna hitam.
Soket SIMM (Kiri), Soket DIMM (Kanan)
3. Peralatan
1. 1 unit Komputer
4. Langkah Kerja
1. Bongkarlah casing komputer dan lepaskanlah seluruh komponennya dan kabel – kabel penghubungnya.
2. Perhatikanlah RAM yang terpasang pada motherboard apakah termasuk SIMM atau DIMM.
3. Perhatikan juga soket memori pada motherboard tersebut apakah soket untuk SIMM atau soket untuk DIMM.
4. Lepaskanlah RAM dari soketnya :
• Bila RAM yang ada pada motehrboard tersebut adalah SIMM maka lepaskanlah RAM dari soketnya dengan cara menekan pengunci di pinggir soket ke arah luar lalu doronglah RAM setelah lepaskan RAM dari soketnya.
• Bila RAM yang ada pada motherboard tersebut adalah DIMM maka lepaskanlah RAM dari soketnya dengan cara membuka pengunci ke arah luar dan mengangkat memori.
6. Cobalah anda pasang kembali seluruh komponennya (kecuali RAM) dan anda hidupkan kembali komputer anda! Apakah yang terjadi??
7. Setelah itu matikan kembali komputer anda lalu pasangkan kembali RAM pada soketnya :
• Bila SIMM caranya tentukan pin 1 pada memori dan pin 1 pada soket SIMM, pasangkan RAM lalu masukkan RAM dari salah satu sisi soket dengan posisi miring lalu dorong RAM sehingga terpasang tegak dan terkunci.
• Bila DIMM caranya tekan RAMi ke arah bawah sampai pengunci terpasang pada RAM.
8. Setelah RAM terpasang kembali pada soketnya, cobalah hidupkan kembali komputer anda! Apakah komputer anda kembali beroperasi dengan normal?? Jika ya, pasanglah kembali casingnya.
Instalasi dan Konfigurasi RAM
Praktek : Instalasi & konfigurasi RAM Nama :
Bid. Keahlian : Technical Support
Instruktur :
1. Tujuan
1. Siswa dapat mengenali RAM pada sebuah PC.
2. Siswa dapat membongkar dan memasang RAM pada PC.
2. Pendahuluan
Pada setiap komputer pastilah terdapat suatu piranti memori (memory device). Ada 2 jenis piranti memori ini, yaitu memori internal dan memori eksternal.
Memori internal ini pun terdiri dari 2 jenis, yaitu RAM (Random Access Memory) dan ROM (Read Only Memory).
RAM adalah suatu piranti memori yang bersifat menyimpan memori sementara dan pengaksesannya dilakukan secara acak.
RAM ini terdiri dari 2 jenis, yaitu RAM Statis dan RAM dinamis. RAM biasanya berbentuk kepingan dan terdiri dari 2 jenis, yaitu SIMM (Single Inline Memory Module) dimana pada penampakan fisiknya, pin dan pin yang berada tepat dibaliknya memilki nomor yang sama dan DIMM (Dual Inline Memory Module) dimana kedua sisi dari penampakan fisik ini menunjukkan bahwa dua buah sisi menjalankan sekuens proses masing-masing, namun masih mendukung satu proses utama yang sama.
SIMM biasanya memiliki jumlah pin sebanyak 30 dan 72 pin sedangkan DIMM memiliki jumlah pin sebanyak 168 pin dan biasanya memiliki kapasitas lebih besar daripada SIMM.
SIMM 30 pin, SIMM 72 pin dan DIMM 168 pin
RAM ini biasanya terletak pada sebuah soket memori. Soket untuk SIMM biasanya berwarna putih, sedangkan untuk DIMM biasanya berwarna hitam.
Soket SIMM (Kiri), Soket DIMM (Kanan)
3. Peralatan
1. 1 unit Komputer
4. Langkah Kerja
1. Bongkarlah casing komputer dan lepaskanlah seluruh komponennya dan kabel – kabel penghubungnya.
2. Perhatikanlah RAM yang terpasang pada motherboard apakah termasuk SIMM atau DIMM.
3. Perhatikan juga soket memori pada motherboard tersebut apakah soket untuk SIMM atau soket untuk DIMM.
4. Lepaskanlah RAM dari soketnya :
• Bila RAM yang ada pada motehrboard tersebut adalah SIMM maka lepaskanlah RAM dari soketnya dengan cara menekan pengunci di pinggir soket ke arah luar lalu doronglah RAM setelah lepaskan RAM dari soketnya.
• Bila RAM yang ada pada motherboard tersebut adalah DIMM maka lepaskanlah RAM dari soketnya dengan cara membuka pengunci ke arah luar dan mengangkat memori.
6. Cobalah anda pasang kembali seluruh komponennya (kecuali RAM) dan anda hidupkan kembali komputer anda! Apakah yang terjadi??
7. Setelah itu matikan kembali komputer anda lalu pasangkan kembali RAM pada soketnya :
• Bila SIMM caranya tentukan pin 1 pada memori dan pin 1 pada soket SIMM, pasangkan RAM lalu masukkan RAM dari salah satu sisi soket dengan posisi miring lalu dorong RAM sehingga terpasang tegak dan terkunci.
• Bila DIMM caranya tekan RAMi ke arah bawah sampai pengunci terpasang pada RAM.
8. Setelah RAM terpasang kembali pada soketnya, cobalah hidupkan kembali komputer anda! Apakah komputer anda kembali beroperasi dengan normal?? Jika ya, pasanglah kembali casingnya.
JOBSHEET
Merakit PC dan Trubleshooting
Praktek : Merakit PC & Troubleshooting Nama :
Bid.Keahlian: Technical Support Instruktur :
1. Tujuan
1. Siswa dapat merakit sebuah PC dengan langkah – langkah yang benar.
2. Siswa dapat melakukan langkah – langkah trouble shooting bila terjadi hal – hal yang tidak diinginkan pada saat merakit sebuah PC.
2. Pendahuluan
Setelah kita membongkar sebuah PC tentu kita harus dapat merakitnya kembali seperti keadaan semula sehingga PC yang telah kita bongkar tadi dapat dipergunakan kembali.
Ketika merakit kembali sebuah PC, tidak jarang kita menemukan hal – hal yang janggal. Hal itu akan diperingatkan oleh komputer melalui speaker internal dengan perbedaan bunyi “beep” tertentu. Jika terdengar satu bunyi “beep” pendek, dan ada tampilan pada layar, maka komputer yang kita rakit telah siap untuk dioperasikan, tetapi bunyi “beep” tersebut terus saja berbunyi dan tidak ada tampilan apapun pada layar maka dapat disimpulkan ada masalah pada PC yabg kita rakit tersebut. Bila hal itu terjadi, maka kita harus dapat melakukan langkah – langkah trouble shooting sehingga PC tersebut dapat bekerja kembali dengan normal.
3. Peralatan
1. 1 unit komputer
2. Tool kit
4. Langkah kerja
1. Letakkan Motherboard di atas casing pada tempat yang aman.
2. Pasangkan konektor power dari power supply ke tempatnya di motherboard. Konektor harus diletakkan pada motherboard dengan posisi kabel berwarna hitam di tengah-tengah.
3. Pasanglah konektor speaker dari casing ke motherboard. Letak konektor perlengkapan casing di motherboard ada di kiri bawah, bisa berurut secara horizontal atau vertikal. Berikut ini hubungan dari perlengkapan casing ke tempat pemasangannya:
• Speaker, 2 kabel dihubungkan ke motherboard 4 pin, 1 dan 4. Peletakan kabel yang terbalik tidak masalah. Pada motherboard tertulis SPK (speaker).
• LED power, 2 kabel ke motherboard 5 pin, 1 dan 5. Bila saat power dihidupkan lampu LED tidak menyala maka balikkan peletakkan kabel karena berarti peletakan kabel terbalik. Pada motherboard biasanya berdasarkan KEYLOCK. Pada casing lama yang memiliki kunci ditujukan untuk mengunci keyboard sehingga keyboard tidak berfungsi, maka kabel dari kunci dihubungkan ke pin nomor 2 dan 3 atau 3 dan 4 dari pin key-lock ini.
• LED turbo, 2 kabel ke motherboard 2 pin, 1 dan 2. Bila penekanan tombol turbo tidak menyalakan lampu ini maka balikkanlah kabelnya. Pada motherboard biasanya bertuliskan TB LED (Turbo LED).
• Reset, 2 kabel ke motherboard 2 pin, 1 dan 2. Pada motherboard biasanya bertuliskan RST (reset).
• Turbo, 3 kabel ke motherboard 2 pin, 1 dan 2. Bila penekanan tombol turbo lampu menyala maka berarti pemasangan benar.
• LED HDD, untuk membedakan indikator saat hardisk sedang bekerja, 2 kabel ke card I/O 2 pin karena hardisk tidak terhubung langsung ke motherboard tapi melalui card I/O.
• Display, 7-segment dihubungkan ke power supply. Dari perlengkapan casing yang harus dirakit saat ini hanyalah speaker dan LED power saja, sedangkan yang lainnya dipasang setelah komputer sudah benar merakitnya.
4. Pasanglah RAM pada slotnya. Pemasangan SIMM RAM pada slotnya harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Ada 2 aturan yang harus diikuti yaitu:
• Aturan Praktis, yaitu aturan yang menjelaskan bagaiman tatacara memasangkan SIMM ke tempatnya. Kesalahan dalam hal ini dapat membuat kerusakan pada motherboard.
• AturanTeknis, yaitu aturan yang menjelaskan susunan tata letak SIMM dalam hubungannya dengan pendeteksian terhadap keberadaan dan kapasitas SIMM.
5. Pasanglah card monitor (sekarang lebih dikenal dengan nama salah satu jenis card monitor yaitu VGA card) pada slot ekspansi yang sesuai dan card ekspansi lain.
6. Pasanglah kabel power dari casing ke jala-jala PLN, lalu nyalakan tombol power komputer. Apabila hasil rakitan kita benar maka respon yang baik adalah adanya tampilan tulisan di layar, yaitu “keyboard error”.
7. Pasanglah keyboard pada konektornya di bagian belakang casing.
8. Pasanglah card I/O pada slot yang sesuai pada slot yang sebelah kanan untuk memudahkan nantinya saat pemasangan perkabelan dari card I/O ke disk drive. Hidupkan power komputer dan perhatikan respon yang tampil di layar monitor. Hingga tahap ini di layar ditampilkan kotak laporan dari BIOS berisi data-data perangkat keras komputer seperti tipe prosesor, hardisk,floppy disk, memory dan port yang terpasang.
9. Pasanglah kabel data floppy disk pada card I/O, perhatikan bahwa kabel nomor 1 harus benar terhubung ke pin nomor 1 di card I/O. Kabel ini terdiri dari 34 pin. Pin nomor 1 biasanya telah tertulis atau tidak ada keterangan biasanya nomor 1 dimulai dari sebelah kiri. Kabel nomor 1 pada kabel data floppy disk ditandai dengan garis merah sepanjang kabel. Pemasangan konektor pada drive menentukan drive yang mana menjadi drive A atau B. Konektor yang ujung untuk drive A, yang tengah untuk drive B. Pasangkan juga konektor power ke disk drive. Hidupkan komputer dan perhatikan respon yang ditampilkan oleh monitor. Setidaknya pesan yang keluar adalah meminta disket operating system.
10. Untuk sekarang ini sebuah komputer telah dilengkapi oleh Hard disk dan CD-ROM. Kedua komponen ini dihubungkan dengan kabel data IDE connector yang memiliki jumlah pin 40. Kabel IDE connector dihubungkan ke Primary IDE pada motherboard dengan terlebih diatur hard disk sebagai primary master dan CD-ROM sebagai primary slave. Pengaturan ini dilakukan dengan setting jumper pada hard disk.
11. Memasang prosesor hanya membalik proses pelepasan prosesor pada pembedahan PC diatas.
Tips perakitan PC
• Hindari merakit dalam keadaan berkeringat, karena kemungkinan keringat akan jatuh ke peralatan yang sedang kita rakit tanpa kita ketahui, lalu saat kita menyalakan power supply maka terjadilah hubungan pendek (short circuit) dan rusaklah hasil rakitan kita.
• Hindari memegang atau menyentuh langsung kaki pin processor yang ada termasuk chipset, karena dikhawatirkan adanya listrik statis yang dimiliki tubuh kita akan merusakkan komponen tersebut. Untuk mencegah hal ini kita harus meng-ground-kan diri kita dengan cara memegang casing saat power telah dihidupkan. Menghindari hal ini juga ditujukan agar tidak mengotori kaki pin komponen dengan kotoran yang ada di tangan kita.
• Pada setiap tahap perakitan sebelum menambahkan komponen yang baru power supply harus dimatikan. Memasangkan komponen pada saat power supply dalam keadaan hidup akan merusak komponen yang akan dipasang dan juga hasil rakitan kita.
• Jangan lupa untuk menyiapkan peralatan yang dibutuhkan seperti obeng kembang dan obeng min.
Merakit PC dan Trubleshooting
Praktek : Merakit PC & Troubleshooting Nama :
Bid.Keahlian: Technical Support Instruktur :
1. Tujuan
1. Siswa dapat merakit sebuah PC dengan langkah – langkah yang benar.
2. Siswa dapat melakukan langkah – langkah trouble shooting bila terjadi hal – hal yang tidak diinginkan pada saat merakit sebuah PC.
2. Pendahuluan
Setelah kita membongkar sebuah PC tentu kita harus dapat merakitnya kembali seperti keadaan semula sehingga PC yang telah kita bongkar tadi dapat dipergunakan kembali.
Ketika merakit kembali sebuah PC, tidak jarang kita menemukan hal – hal yang janggal. Hal itu akan diperingatkan oleh komputer melalui speaker internal dengan perbedaan bunyi “beep” tertentu. Jika terdengar satu bunyi “beep” pendek, dan ada tampilan pada layar, maka komputer yang kita rakit telah siap untuk dioperasikan, tetapi bunyi “beep” tersebut terus saja berbunyi dan tidak ada tampilan apapun pada layar maka dapat disimpulkan ada masalah pada PC yabg kita rakit tersebut. Bila hal itu terjadi, maka kita harus dapat melakukan langkah – langkah trouble shooting sehingga PC tersebut dapat bekerja kembali dengan normal.
3. Peralatan
1. 1 unit komputer
2. Tool kit
4. Langkah kerja
1. Letakkan Motherboard di atas casing pada tempat yang aman.
2. Pasangkan konektor power dari power supply ke tempatnya di motherboard. Konektor harus diletakkan pada motherboard dengan posisi kabel berwarna hitam di tengah-tengah.
3. Pasanglah konektor speaker dari casing ke motherboard. Letak konektor perlengkapan casing di motherboard ada di kiri bawah, bisa berurut secara horizontal atau vertikal. Berikut ini hubungan dari perlengkapan casing ke tempat pemasangannya:
• Speaker, 2 kabel dihubungkan ke motherboard 4 pin, 1 dan 4. Peletakan kabel yang terbalik tidak masalah. Pada motherboard tertulis SPK (speaker).
• LED power, 2 kabel ke motherboard 5 pin, 1 dan 5. Bila saat power dihidupkan lampu LED tidak menyala maka balikkan peletakkan kabel karena berarti peletakan kabel terbalik. Pada motherboard biasanya berdasarkan KEYLOCK. Pada casing lama yang memiliki kunci ditujukan untuk mengunci keyboard sehingga keyboard tidak berfungsi, maka kabel dari kunci dihubungkan ke pin nomor 2 dan 3 atau 3 dan 4 dari pin key-lock ini.
• LED turbo, 2 kabel ke motherboard 2 pin, 1 dan 2. Bila penekanan tombol turbo tidak menyalakan lampu ini maka balikkanlah kabelnya. Pada motherboard biasanya bertuliskan TB LED (Turbo LED).
• Reset, 2 kabel ke motherboard 2 pin, 1 dan 2. Pada motherboard biasanya bertuliskan RST (reset).
• Turbo, 3 kabel ke motherboard 2 pin, 1 dan 2. Bila penekanan tombol turbo lampu menyala maka berarti pemasangan benar.
• LED HDD, untuk membedakan indikator saat hardisk sedang bekerja, 2 kabel ke card I/O 2 pin karena hardisk tidak terhubung langsung ke motherboard tapi melalui card I/O.
• Display, 7-segment dihubungkan ke power supply. Dari perlengkapan casing yang harus dirakit saat ini hanyalah speaker dan LED power saja, sedangkan yang lainnya dipasang setelah komputer sudah benar merakitnya.
4. Pasanglah RAM pada slotnya. Pemasangan SIMM RAM pada slotnya harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Ada 2 aturan yang harus diikuti yaitu:
• Aturan Praktis, yaitu aturan yang menjelaskan bagaiman tatacara memasangkan SIMM ke tempatnya. Kesalahan dalam hal ini dapat membuat kerusakan pada motherboard.
• AturanTeknis, yaitu aturan yang menjelaskan susunan tata letak SIMM dalam hubungannya dengan pendeteksian terhadap keberadaan dan kapasitas SIMM.
5. Pasanglah card monitor (sekarang lebih dikenal dengan nama salah satu jenis card monitor yaitu VGA card) pada slot ekspansi yang sesuai dan card ekspansi lain.
6. Pasanglah kabel power dari casing ke jala-jala PLN, lalu nyalakan tombol power komputer. Apabila hasil rakitan kita benar maka respon yang baik adalah adanya tampilan tulisan di layar, yaitu “keyboard error”.
7. Pasanglah keyboard pada konektornya di bagian belakang casing.
8. Pasanglah card I/O pada slot yang sesuai pada slot yang sebelah kanan untuk memudahkan nantinya saat pemasangan perkabelan dari card I/O ke disk drive. Hidupkan power komputer dan perhatikan respon yang tampil di layar monitor. Hingga tahap ini di layar ditampilkan kotak laporan dari BIOS berisi data-data perangkat keras komputer seperti tipe prosesor, hardisk,floppy disk, memory dan port yang terpasang.
9. Pasanglah kabel data floppy disk pada card I/O, perhatikan bahwa kabel nomor 1 harus benar terhubung ke pin nomor 1 di card I/O. Kabel ini terdiri dari 34 pin. Pin nomor 1 biasanya telah tertulis atau tidak ada keterangan biasanya nomor 1 dimulai dari sebelah kiri. Kabel nomor 1 pada kabel data floppy disk ditandai dengan garis merah sepanjang kabel. Pemasangan konektor pada drive menentukan drive yang mana menjadi drive A atau B. Konektor yang ujung untuk drive A, yang tengah untuk drive B. Pasangkan juga konektor power ke disk drive. Hidupkan komputer dan perhatikan respon yang ditampilkan oleh monitor. Setidaknya pesan yang keluar adalah meminta disket operating system.
10. Untuk sekarang ini sebuah komputer telah dilengkapi oleh Hard disk dan CD-ROM. Kedua komponen ini dihubungkan dengan kabel data IDE connector yang memiliki jumlah pin 40. Kabel IDE connector dihubungkan ke Primary IDE pada motherboard dengan terlebih diatur hard disk sebagai primary master dan CD-ROM sebagai primary slave. Pengaturan ini dilakukan dengan setting jumper pada hard disk.
11. Memasang prosesor hanya membalik proses pelepasan prosesor pada pembedahan PC diatas.
Tips perakitan PC
• Hindari merakit dalam keadaan berkeringat, karena kemungkinan keringat akan jatuh ke peralatan yang sedang kita rakit tanpa kita ketahui, lalu saat kita menyalakan power supply maka terjadilah hubungan pendek (short circuit) dan rusaklah hasil rakitan kita.
• Hindari memegang atau menyentuh langsung kaki pin processor yang ada termasuk chipset, karena dikhawatirkan adanya listrik statis yang dimiliki tubuh kita akan merusakkan komponen tersebut. Untuk mencegah hal ini kita harus meng-ground-kan diri kita dengan cara memegang casing saat power telah dihidupkan. Menghindari hal ini juga ditujukan agar tidak mengotori kaki pin komponen dengan kotoran yang ada di tangan kita.
• Pada setiap tahap perakitan sebelum menambahkan komponen yang baru power supply harus dimatikan. Memasangkan komponen pada saat power supply dalam keadaan hidup akan merusak komponen yang akan dipasang dan juga hasil rakitan kita.
• Jangan lupa untuk menyiapkan peralatan yang dibutuhkan seperti obeng kembang dan obeng min.
Partisi hardisk
JOBSHEET
Instalasi Hard Disk
Praktek : Instalasi Hard Disk Nama : Ade irwan
Bid. Keahlian : Technical Support
Instruktur :
1. Tujuan
1. Siswa dapat melakukan pemasangan komponen Hard disk dengan benar.
2. Siswa dapat membedakan antara setting Hard disk apakah berfungsi sebagai Master atau Slave.
3. Siswa dapat melakukan konfigurasi BIOS agar Hard disk dapat terdeteksi oleh komputer.
2. Pendahuluan
Hard disk merupakan salah satu komponen memory Eksternal ,sama halnya dengan disket atau CD, akan tetapi Hard disk memiliki kelebihan,yaitu Hard disk dapat menyimpan data atau program dalam kapasitas yang besar, bisa mencapai 20GB atau bahkan bisa lebih.
System operasi yang sekarang ada, misalnya Linux atau Windows memerlukan memory yang besar untuk menyimpan dan menjalankan program didalamnya, maka Hard disk merupakan salah satu alternatif yang ada untuk melakukan semua itu.
3. Peralatan
• 1 unit komputer yang mendukung
• Toolkit
4. Langkah Kerja
1. buka casing komputer
2. pasanglah Hard disk pada komputer sesuai slot IDE yang ada (Primary atau Secondary, Master atau Slave).
3. lakukan deteksi berapa besar kapasitas Hard disk dan terpasang pada slot IDE yang mana, Primary atau Secondary, Master atau Slave pada BIOS setup.
4. Setelah itu ,bila terdeteksi keberadaan Hard disk-nya booting komputer dengan terlebih dahulu mengkonfigurasi BIOS setup agar membooting dari A:/>.
5. Masukan disket startup pada drive A: sehingga masuk pada directory A:/>
6. Setelah itu bila benar-benar Hard disk telah terdeteksi pindahkan directory dariA:/> ke directory C:/>.
7. Bila ternyata muncul penyataan Invalid Directory berarti Hard disk belum terdeteksi dengan benar, tetapi bila langsung menampilkan directory C:/> ,berarti Hard disk tersebut telah terdeteksi.
8. Lakukan proses yang sama bila Hard disk belum terdeteksi dengan benar.
Langganan:
Komentar (Atom)
